karta tidak lagi menjadi penjara. Di Ibu Kota, Ping justru mulai mendapatkan gambaran tentang hidup yang ia inginkan. Ia memiliki sahabat-sahabat baru, impian baru, dan cinta yang baru. Namun, tantangan lebih besar turut menyingsing. Ajang Band Idola Indonesia menuntut Ping bekerja keras, termasuk menciptakan lagu. Band Rapijali yang menjadi sumber kebahagiaannya ikut menerbitkan beragam ko…
Delapan tahun berlalu. Ping telah berhasil menjadi penyanyi terkenal yang merajai percaturan musik Indonesia. Pada puncak kariernya, bayangan kelam mengintai kesuksesan Ping dan menggerogotinya dari dalam. Di titik terendahnya, Ping menemukan secercah kehidupan lama yang ia rindukan, termasuk kawan lamanya, Oding. Namun, segala sesuatunya tidak lagi sama. Sementara itu, Reuni Akbar Sekolah Pra…
Seharusnya ada pepatah bijak yang berbunyi, ‘Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan’. Sekalipun ganjil terdengar, tetapi itu penting. Pepatah bukan sekadar kembang gula susastra. Dibutuhkan pengalaman pahit untuk memformulasikannya. Dibutuhkan orang yang setengah mati berakit-rakit ke hulu agar tahu nikmatnya berenang santai ke tepia…
Dewi Lestari, yang bernama pena Dee, kali ini hadir dengan mahakarya unik dan pertama di indonesia. Rectoverso merupakan hibrida dari fiksi dan musik, terdiri dari sebelas cerita pendek dan sebelas lagu yang bisa dinikmati secara terpisah maupun bersama-sama. Keduanya saling melengkapibagaikan dua imaji yang bercermin dan saling melengkapi. Rectoverso juga sudah diadaptasi menjadi film layar…
“Apa rasanya jika sejarah kita berubah dalam sehari? Darah saya mendadak seperempatTionghoa, Nenek saya seorang penjual roti, dan dia, Bersama kakek yang tidak saya kenal, Mewariskan anggota keluarga baru yang tidak pernah saya tahu: Madre.” Terdiri dari 13 prosa dan karya fiksi, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhkan berba…
Zainuddin, seorang pemuda yang berdarah Minang dari ayah dan berdarah Bugis dari ibu–dengan hati penuh harapan dan angan akan sambutan gembira dari keluarga ayahnya–dari tanah kelahirannya, Mengkasar, pergi ke Padang Panjang, kampung halaman sang ayah. Namun, apa yang diinginkannya tidak terjadi. Di kampung halaman dan oleh keluarganya dia dianggap orang asing. Ketidaknyamanan hidup di kamp…
Film The God Must be Crazy mengisahkan, gara-gara sebuah botol dijatuhkan pilot pesawat capung di daerah pedalaman Afrika, cerita panjang kejutan budaya suku yang "ketiban berkah dari surga" itu bergulir. Dalam aras yang kira-kira sama, TEWERAUT boleh dibilang merupakan sukses terbesar roman antropologis yang berlatar belakang Papua. Sedikit saja penulis Indonesia yang mampu menyaingi roman ini…
Mens Rea bukan sekadar buku komedi, tapi juga bukan buku politik yang bikin pening. Ini adalah ajakan berpikir—pelan, jujur, mungkin agak tidak nyaman—tentang peran kita sebagai warga negara. Dengan gaya khas Pandji Pragiwaksono yang cair, jenaka, dan tajam, buku ini mengajak pembaca melihat ulang hal-hal yang selama ini dianggap biasa: dari memilih pemimpin, marah pada kebijakan, mengeluh …
Multatuli merupakan nama samaran dari Eduard Douwes Dekker. Dia adalah anggota Dewan Pengawas Keuangan Pemerintah Belanda yang pertama kali ditempatkan di wilayah Batavia (Hindia-Belanda) pada 1840. Tahun 1842 ia meminta untuk dipindahkan ke Sumatera Barat. Di tahun yang sama pula, ia dipindahkan ke Natal, Sumatera Utara, untuk bertugas sebagai Kontelir. Baru setelah itu, dirinya ditugaskan di …
Dua dekade dalam pelarian, 89 ribu kilometer perjalanan, dan 23 nama samaran. Dunia mengenal Ibrahim sebagai Tan Malaka—sang "Macan" yang menggetarkan kekuasaan kolonial. Namun, di balik barisan teks Madilog dan kepalan tangan revolusi, ada luka-luka yang tak pernah tercatat dalam buku sejarah. Dari cinta pertama yang tak tersampaikan kepada Syarifah Nawawi di Bukittinggi, romansa yang ter…